Surat Untuk Corona Virus
Bagaimana
kabar kalian virus-virus kecil?
Apa baik-baik
saja. Apa rasanya berat seperti yang aku atau pembaca rasakan juga. Karna aku
tau kalian juga memiliki banyak pekerjaan untuk menginfeksi banyak orang. Yaa
beginilah keadaan nya kau yang dikenal dengan nama corona menyerang bumi. Cukup
sedih, tidak tetapi memang sedih. Aku disini mau menyampaikan opini ku dan pure
pendapat pribadi berdasarkan pengetahuan yang aku miliki. Jangan marah jika aku
salah virus, aku hanya ingin mengungkapkan apa yang aku atau kebanyakan orang
rasakan.
Corona virus
pertama terdeteksi di Wuhan, Cina pada Desember 2019 lalu. Saat itu aku pikir
hanyalah virus biasa yang menyerang sistem imun manusia seperti flu pada
umumnya, ya seperti flu, pilek batuk yang akan menular juga ketika kita berada
di dekat orang yang flu tersebut. Tapi
lama-kelamaan kok berita yang beredar kamu semakin terkenal dan membuat
keseharian hanya fokus membahas dirimu corona virus, setelah aku menonton
youtube, ig, info di whatsapp banyak yang memberikan penampakan keadaan di
wuhan. Ada yang tiba-tiba terjatuh di tengah jalan, pingsan di pinggiran.
Hingga banyak orang yang bilang itu hampir kayak zombie. Semenakutkan itu
melihat pemandangan aneh yang jarang di jumpai. Beberapa hari kemudian kau
menjadi topik utama sehingga aku sendiri bosan mendengar dan membaca kata
“CORONA VIRUS”
Nama mu yang
tak asing lagi untuk kami manusia. Setiap berita tentang corona virus aku skip
saja. Hingga berganti bulan, akhirnya gema corona virus tak terbendung lagi.
Dan benar, setelah aku kembali mencari tau yang sebenarnya data yang muncul
sungguh mengejutkan. Ribuan manusia telah meninggal, rata-rata negara di dunia
terinfeksi zat beracun mu, tapi Indonesia menjadi salah satu negara yang belum
terjangkit saat itu. sehingga kami masih tenang, dan hanya memantau
perkembangan yang terjadi di negara lain. mungkinkah karna indonesia beriklim
tropis? Atau karna katanya indonesia cukup kuat melawan pasukanmu karna selama
ini sering kali disuguhi makanan tak wajar, seperti formalin, pewarna makanan,
gorengan di goreng pake plastik dan kesembronoan lainnya. Tapi aku rasa
orang-orang yang bilang begitu seperti membangga-bangga kan hal buruk yang
dilakukan Indonesia. Aku tidak suka. Aku takut rasa besar hati, sok kuat, dan
takabur malam membuat kamu dan pasukan mu datang karna mendapat tantangan baru
dari para manusia. Dan itu terjadi. Situasi menjadi sangat buruk saat kau
datang ke Indonesia, ntah saat itu kau menyerang tubuh siapa. Aku lupa. Tapi
yang pasti semua kekacauan itu di mulai...
Pada bulan
maret virus sudah menyerang indonesia dan membunuh puluhan manusia indonesia.
Semua orang merasa ketakutan. Sekolah di liburkan, kantor-kantor di tutup, mall
tutup, acara pernikahan di bubarkan, wisuda di tunda, tidak boleh ada yang
membuat keramaian tidak boleh ada yang jalan-jalan. Semua nya stay at home
selain garda terdepan, petugas medis dan beberapa pekerjaan yang tidak bisa di
tinggalkan.
Pemerintah
pusing tujuh keliling berusaha bagaimana caranya untuk melindungi rakyat nya,
rakyat nya sibuk mengkritik pemerintah bagaimana cara nya melindungi negaranya.
Perekonomian tidak stabil, banyak golongan bawah yang kekurangan atau tidak
mendapatkan penghasilan. Pelajar belajar di rumah dan ujian dari rumah,
pendaftaran siswa baru dilakukan dengan mengirim berkas melalui pos, beberapa
pasar di larang untuk buka, setiap perbatasan antar kota, provinsi, negara
dilakukan pemeriksaan, mahasiswa kuliah, praktikum, ujian dari rumah. Mau
mendengar keluhan ku sebagai mahasiswa?? Sedikittt saja..
Kami diberikan
banyak tugas yang tak berujung, tau maksud tak berujung, belum selesai tugas
ini datang yang ini dan begitu seterusnya, kuliah dilakukan dengan menggunakan
aplikasi seperti video tatap muka, youtube, dan lainnya, ya jelas, itu memakan
banyak kuota. Semester akhir terkendala untuk sidang, penelitian, skripsi
bahkan wisudah yang tertunda. Kkn dilaksanakan mandiri. Iya, aku tidak
menyalahkan siapapun, karna siapapun tidak mau keadaan ini terjadi.
Di luar
rata-rata menggunakan masker. Cuci tangan menjadi kegiatan wajib yang dilakukan
setelah keluar rumah, jalanan yang biasa macet menjadi sepi, harga masker
melonjak, bahkan susah didapatkan, handsinitizer pun cepat habis terjual.
Jalanan di semprot disinfektan. Beberapa manusia mendapatkan julukan baru
dengan ODP, PDP, Positif negatif covid-19, dan meninggal. Yang meninggal karna
Covid mendapatkan pengurusan jenazah khusus.
Perasaan dan
pikiran ini tidak tenang, semua nya menjadi serba salah.
Tapi kami
berusaha tetap tersenyum, semangat, dan optimis bahwa semua akan berlalu, dan
kau akan meninggalkan muka bumi ini.
Aku berharap,
segera lah pergi wahai virus. Aku tau Tuhan mengirimmu karna ada tujuan, Tuhan
mengirimmu untuk memberikan banyak pelajaran dan hikmah yang bisa di ambil agar
manusia berfikir. Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita semua.
Sebentar lagi
ramadhan tiba. Akan kita lihat apa yang terjadi, dan akan kita bicarakan yang
telah terjadi.. Nanti..
Komentar
Posting Komentar