Semua Orang Itu Baik


Semua Orang Itu Baik

Kenapa judul yang aku buat begitu, “Semua orang itu baik” masa iya? Yaa makna dari judul tersebut juga secara general, maksud ku betul bahwa ada juga orang yang emang jahat. Tapi pada dasarnya orang jahat itu juga baik. Nah loh tambah bingung kan? :D
Jadi sebenarnya apa sih definisi dari baik itu sendiri?
Menurut kamus besar bahasa indonesia. Baik adalah tidak jahat, terhormat (tentang kelakuan, budi pekerti, keturunan, dan sebagainya).
Tuhan menciptakan manusia untuk menjadi orang yang baik. Bayi lahir dalam keadaan suci tidak ada dosa sedikitpun, bagaikan kertas putih yang belum ternoda tinta.
Pernah tidak kalian melihat atau menemukan orang yang jahaaattt banget? Mungkin baca di koran, liat berita di televisi, instagram, sosmed lainnya atau bahkan liat secara langsung di depan mata. Sampe rasanya mau kita tonjok tu orang sanking geram nya. Orang jahat tersebut lebih kompleks disebut sebagai penjahat, atau orang yang melakukan kejahatan.
Definisi kejahatan menurut kartono bahwa : “Secara yuridis formal, kejahatan adalah bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan moral kemanusiaan (immoril), merupakan masyarakat, asosial sifatnya dan melanggar hukum serta undang-undang pidana”
Tentunya jahat juga suatu perbuatan melanggar agama. Tidak ada agama manapun yang mengajarkan kejahatan.
Aku ingat pas SMA dan aku Madrasah juga, ada guru ku yang bilang
“Pada dasarnya semua orang itu baik. Kita langsung masuk ke sebuah kasus. Banyak orang jahat di luar sana, kita ambil contoh deh misalnya pembunuh, pemabok, hobi marah-marah, tapi coba tanya, di hati kecilnya dia, dia nggak akan mau punya anak seperti dirinya sendiri. Itu yang membuktikan bahwa sebenarnya dia itu baik, karna dia tau perbuatannya itu tidak lah baik dan kesadarannya itu lah yang menunjukkan manusia itu punya hati”.
Sekarang nih lagi buming nya joker kan, yang katanya orang jahat itu berasal dari orang baik yang tersakiti. Menurut ku pernyataan itu adalah benar, tapi tidak berlaku sebaliknya. Maksudnya, orang baik yang tersakiti tidak harus menjadi jahat.
Sesuai nih sama kata-kata profesor matematika di kampus ku, pak mudin simanihuruk yang merumuskannya menjadi persoalan matematika berupa kombinasi.
“kejahatan sebaiknya di balas dengan kebaikan
Jika orang berbuat jahat pada saya dengan 3 macam kejahatan, lalu saya balas dengan kebaikan, maka saya maksimal mengelola 3 macam kejahatan dalam hidup saya. Selain itu ada harapan kejahatan itu hilang dalam hidup saya.
Jika 3 macam kejahatan itu saya balas dengan kejahatan, maka saya akan mengelola kejahatan dalam hidup saya sebanyak
 C(6,1) + C(6,2) + C(6,3) = 6 + 15 + 20 = 41 Kejahatan
Jadi kejahatan yang di balas dengan kejahatan akan melahirkan banyak kejahatan karena 41 macam kejahatan itu akan beranak pinak lagi. Oleh sebab itu lebih baik membalas kejahatan dengan kebaikan. Dari pada membalas kejahatan dengan kejahatan”.
Nah loh, dalam ilmu matematika pun ada perhitungan nya kan ! Kenapa harus menjadi jahat untuk membalas suatu kejahatan, bukan kah itu malah akan menambah beban hidup. Mungkin ada yang jawab gini, Yaa karna banyak faktor lain, misalnya mereka mencuri karna butuh uang, atau membunuh karna adanya rasa marah. Itu bukan lah suatu alasan yang harus di terima. Manusia tidak luput dari kesalahan, aku juga banyak salah kok. Tapi, setidaknya berusaha untuk tidak menjadi orang jahat.
Huuuwwfff riweh kalo bahas kata “jahat” aku percaya yang baca ini adalah orang baik semua. Jadi mari kita bahas yang lain saja. Hhehe
Iya benar, kalo bahas kata “baik” ujung-ujungnya ada kata “jahat”. Setidaknya penyampaian di atas udah membuat kalian paham lah ya.
Sekarang aku mau bicara tentang kebaikan seseorang. Mungkin kalian juga pernah mengalaminya, ketika kita butuh bantuan akan ada yang menolong ntah itu orang yang kita kenal atau nggak. Seperti aku yang tidak bisa mengendarai motor, trus butuh tebengan untuk ke suatu tempat. Aku sungguh berterima kasih ke orang yang bersedia mengantarku. Mereka sungguh baik. Terlebih ketika aku sedang jalan sendiri ehh ada orang gak kenal yang bilang “mau kemana, yok aku antar”. Trus misalnya saat kita sedang panik sedang ada masalah, orang-orang di sekitar kita ikut khawatir. Itu juga merupakan suatu kebaikan.
Intinya manusia itu di ciptakan punya hati, punya perasaan. Dalam hati kecilnya selalu menyimpan stock kebaikan. Untuk diri kita sendiri, jangan pernah merasa lebih baik daripada orang lain, karena kita tidak tau seberapa banyak amal kebaikan yang ia lakukan. Berusaha untuk tidak mencap orang tersebut begini begitu karna yang kita lihat belum tentu benar. Bahkan yang tau kadar keimanan seseorang hanya Tuhan yang telah menciptakan kita.
Percaya tidak percaya, semua orang itu baik dan mari berbuat kebaikan J
Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zahrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.. (Q.S Al-Zalzalah : 7)

#Self Rimender



Komentar